Google Translate

News Update :

ANALISIS IKLAN PERMENT MINT

Jumat, 24 Juni 2011

ANALISIS IKLAN

iklan: Jelek iklannya? Biarin! Yang penting Mintz permen enak! permen enak,permen enak.
Gaya bahasa yang digunakan dalam iklan ini adalah gaya bahasa Antitesis, yaitu gaya bahasa yang memiliki gagasan yang bertentangan dengan kata-kata yang berlawanan. Seperti yang terdapat pada iklan permen mint ini, diawal kalimat terdapat kata jelek,namun diakhir kalimat menggunakan kata enak. Padahal kedua kata ini yaitu jelek dan enak merupakan kata-kata yang saling bertentangan.

Gaya bahasa terbagi menjadi tujuh bagian:
1. Gaya bahasa berdasarkan pengarang
2.Gaya bahasa berdasarkan masa
3. Gaya bahasa berdasarkan medium
4. Gaya bahasa berdasarkan subjek
5. Gaya bahasa berdasarkan tempat
6. Gaya bahasa berdasarkan hadirin
7. Gaya bahasa berdasarkan tujuan
Dilihat dari sudut bahasa, bahasa dibedakan menjadi 2, yaitu dilihat dari pilihan kata dan struktur kalimat.
Gaya bahasa iklan dilihat dari struktur kalimat terbagi menjadi:
1. Klimaks
Yaitu gaya bahasa iklan yang dimulai dari hal-hal yang bersifat tidak penting menuju kepada hal-hal yang lebih penting.
2. Antiklimaks
Yaitu gaya bahasa iklan yang dimulai dari gagasan yang paling penting mengarah kepada gagasan yang kurang penting.
3. Paralelisme
Yaitu gaya bahasa yang berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata-kata atau frasa-frasa yang menduduki fungsi yang sama juga menduduki gramatical yang sama.
4. Antitesis
Yaitu gaya bahasa yang memiliki gagasan yang bertentangan dengan kata-kata yang berlawanan.
5. Repetisi
Yaitu gaya bahasa yang mengulang kata atau kalimat yang dianggap penting, dengan suatu penekanan.
Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© Copyright Fajar 26 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.