Google Translate

News Update :

SEJARAH EKONOMI DAN ALIRAN EKONOMI

Senin, 02 Mei 2011


SEJARAH EKONOMI DAN ALIRAN EKONOMI









Disusun oleh:
Nama : Fajar Nugraha
Nim : A 2100 90 173
Jurusan : Pend. Akuntansi



Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan
Universitas Muhammadiyah Surakarta
2009

SEJARAH EKONOMI

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Ilmu ekonomi yang dalam bahasa inggris disebut Economics, didefinisikan berbeda beda oleh para ahli ekonomi. Antara lain:
1. Albert L Meyers
Dalam bukunya Grend Slagen van de Modern Economic. Mendifinisikan ilmu ekonomi sebagai ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan manusia dan alat pemuasnya.
2. Lionel Robbins
Dalam bukunya An Essay on the Nature and Significance of Economis Science menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubunganya dengan tujuan yang ingin dicapai dan sumber daya langka yang memiliki berbagai alternative penggunaan.
3. Paul A. Samuelason
Menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah studi mengenai bagaimana cara manusia dan masyrakat sampai kepada pilihan untuk memperkerjakan sumber sumber produksi langka yang mempunyai penggunaan alternative untuk menghasilkan berbagai macam barang dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi sekarang atau masa datang diantara berbagai golongan dalam masyarakat.
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Sejarah ekonomi dianggap lahir pada 1776, dengan tebitnya buku karya Adam Smith The Wealth of Nations: An Inquiry into the Nature and Cause of the wealth of nations, yang isinya adalah teori tentang sifat sifat dan penyebab kemakmuran bangsa.
Dari buku itu, sebenarnya juga karena berbagai buku yang dikarang oleh beberapa pemikir abad ke-18, khususnya David Ricardo, Thomas Malthus dan John Stauat Mills (yang disebut pemikir Mazhab Klasik), berkembang teori teori atau pengetahuan-pengetahuan yang membentuk the body of knowledge. Namun harus diingat bahwa, sebelum Adam Smith telah terbit banyak sekali buku dan artikel tentang ekonomi antara lain:

1. Aristoteles

Merupakan orang yang pertama yang memberikan batasan terhadap ekonomi, dalam karyanya berjudul Politika menjelaskan tentang Oeconomicus dan Chrematisticus membahas segi-segi perdagangan dan produksi dengan nilai-nilai. Jadi segala aspek yang terkandung dalam produksi, harga, pasar, uang, tingkat bunga telah menjadi perdebatan massa.

2. Mazhab Praklasik

Yaitu kaum Merkantilis yang dipelopori oleh Thomas Mun (1571-1641), Jean Baptist Colbert (1619-1683), merupakan pemikir ekonomi mulai zaman Renaissance sampai pertengahan abad ke-18. Mereka berpendapat bahwa kekayaan bisa bermanfaat bagi Negara agar bisa kuat dan jaya negara harus kaya, harus banyak memiliki banyak logam mulia.

3. Kaum Pisiokrat

Tokoh-tokohnya Francois Quesnay (1694-1774), Jaques Turgot (1721-1781), lingkungan arus barang dan uang. Quesnay dan Tableau Economique. Sektor Pertanian sebagai satu-satunya sektor produktif. Produksi masyarakat secara netto (product net).Tingkat sewa tanah dan kecenderungan (hukum) semakin menurunnya tingkat imbalan jasa (law of diminishing return)





4. Adam Smith

Lahir pada tahun 1723 di Kirkaldy, Skotlandia. Bapak ilmu ekonomi, Guru Besar pada Universitas Glasgow, dan pelopor dalam Mazhab klasik. Karya besar yang ditulis adalah berjudul :The Theory of Moral Sentiments yang terbit sekitar 17 tahun sebelum buku yang sangat terkenal yaitu An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Inti pokok-pokok pikiran yang telah dikemukakan oleh Adam Smith adalah dasar falsafah tata susunan masyarakat agar didasarkan atas hukum alam yang secara wajar berlaku dalam dunia nyata (the order of things according to natural law ). Pembagian kegiatan dan spesialisasi, teori tentang nilai dan harga barang, pembagian hasil produksi di antara faktor produksi, tenaga kerja (upah), tanah (sewa tanah), modal (bunga), pengelolaan usaha (laba). Kebebasan individu dan kemandiriannya akan membawa keserasian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Laizez fair dan laizzez fasser.

5. David Ricardo

Lahir pada tahun 1772 di Inggris, seorang praktisi yang berasal dari keluarga pedagang sebagai stock broker, tidak pernah menuntut pelajaran formal di sebuah lembaga pendidikan tinggi. Bukunya yang adalah Principles of Political Economy and Taxation terbit pada tahun 1817. Ricardo penganut Laissez Faire, dan mengembangkan dasar teori nilai yang terkenal dengan labor theory of value. Pergaulannya sangat luas, dan kenal dengan James Mill, Jeremy Bentham , Jean Baptiste Say. Perangkat teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat pokok permasalahan, yaitu

(1) teori tentang nilai dan harga barang dan berkaitan dengan itu,
(2) teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah, teori sewa tanah, teori bunga dan laba,
(3) teori tentang perdagangan internasional, dan
(4) teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi.

6. Alfred Marshall

Adalah Guru Besar di Cambridge University, Inggris, pakar mazhab Neoklasik, buku karangannya yang terkenal adalah The Principles of Economics, terbit pada tahun 1890. Marshall berhasil menurunkan kurva permintaan, mekanisme pasar adalah bekerjanya kekuatan penawaran dan permintaan, merapikan teori surplus konsumen, utilitas marginal uang, ilmu pengetahuan berjalan secara evolusioner, natura non facit saltum. Teori tentang perilaku konsumen (theory of consumers behavior). Teori disutility tentang upah pengorbanan oleh pihak tenaga kerja. Teori waiting tentang bunga imbalan jasa bagi pemilik modal yang bersedia menunggu. Perpaduan antara nilai subjektif pada faedah marginal dengan unsur objektif pada biaya marginal.

7. John Maynard Keynes

Lahir tahun 1883 di Inggris adalah putera seorang ekonomi penganut aliran Klasik bernama John Neville Keynes. Buku hasil karyanya adalah pertama The Economic Consequences of the Peace, (1919) kedua, A Treatise on Money, 2 Vol (1930) dan yang ketiga yang sangat populer yaitu The General Theory of Employment, Interest and Money (1936). Sumbangan Keynes yang terkenal dalam teori ekonomi antara lain perangkap likuiditas, tingkat suku bunga yang inelastik terhadap permintaan investasi, ketegaran upah, keseimbangan dalam pengangguran dan intervensi pemerintah untuk menyelamatkan kapitalisme. The General Theory merupakan jawaban yang diberikan Keynes terhadap depresi ekonomi tahun-tahun 1934-an, yang tak kunjung datang dari pemikir kaum Neoklasik.

Sejarah Pemikiran Ekonomi
Sejarah pemikiran ekonomi tergantung pada siapa pemikirnya dan teori yang mendasari dalam bidang ekonomi politik dan ekonomi dari masa lalu hingga saat ini, mulai dari pemikiran Aristoteles (politik dan etnis), lalu ada Thomas Aquinas (moral). Pemikiran ekonomi berevolusi dari feodalisme (abad pertengahan) menjadi teori merkantilisme pada masa renaissance (berorientasi pada kebijakan perdagangan). Dan filusuf Inggris, Adam Smith sebagai bapak ekonomi dunia, dengan ide-idenya pada abad ke-18.
Ilmu Ekonomi Klasik
Ilmu Ekonomi Klasik merupakan sekolah ekonomi modern pertama dalam pemikiran ekonomi. Ekonom yang terlibat dalam pengembangan ilmu ekonomi Klasik ini adalah Adam Smith, David Ricardo, Thomas Malthus, dan John Stuart Mills. Namun pengembangan ilmu ekonomi Klasik ini juga dapat mencakup pemikiran dari William Patty, Johann Heinrich von Thunen, and Karl Marx.
Aliran Klasik ini dimulai ketika Adam Smith menerbitkan hasil pemikirannya dalam buku yang berjudul The Wealth of Nations pada tahun 1776. Sekolah ekonomi Klasik sendiri baru dimulai pada pertengahan abad ke-19 yang didahului oleh ilmu ekonomi Neo-Klasik di Inggris sekitar tahun 1870.
Ekonom Klasik berhasil dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan (kaptalism merubah masyarakat feudal, dimana revolusi industri turut merubah juga). Tentunya keberhasilan ini ditandai dengan tersedianya sumber daya manusia, tanah, dan modal yang cukup, dan itu semua merupakan production possibility frontier (PPF).
Ilmu Ekonomi Marxian
Penganut aliran ilmu ekonomi ini umumnya ada dalam kampus, perbedaaan aliran ini dengan marxisme (ideology politik) bahwa pendekatan ilmu ekonomi ini pada revolusi social (revolusi kaum proletar). Dan pendekatan ilmu ekonomi ini terlihat sebagai suatu alernatif yang lebih konvensional dari ilmu ekonomi Neo-Klasik.
Ilmu Ekonomi Neo-Klasik
Aliran ilmu ekonomi ini mengunakan pendekatan yang lebih umum atau luas, dimana ilmu ekonomi ini focus pada determinan dalam harga, output, dan pendapatan dalam pasar melalui mekanisme pasar (permintaan dan penawaran). Inilah yang memediasi terjadinya hipotesis maksimisasi pendapatan dengan kendala utility individu, begitu pula pada biaya yang menjadi kendala laba yang mencakup informasi dan factor produksi.
Asumsi yang sering digunakan dalam aliran ilmu ekonomi ini adalah pada level mikro ekonomi. Teori Neo-Klasik ini dapat dikatakan sebagai versi baru dari ilmu ekonomi yang memasukkan unsur sosial. Ilmu ini sering juga disebut sebagai sekolah marjinal.
Ilmu Ekonomi Keynesian
Teori Keynesian adalah suatu teori ilmu ekonomi yang berbasis pada ide dari John Maynard Keynes. Aliran ini mempromosikan ekonomi bauran dimana sektor swasta dan pemerintah memainkan peranan yang penting dalam perekonomian. Aliran ini juga mencoba untuk mencari solusi atas kegagalan dari ekonomi liberal yang mengusung asas laissez-faire, dimana pasar dan sektor swasta akan mencapai optimal tanpa campur tangan pemerintah.
Post-War Keynesianism
Setelah Keynes, analisis Keynesian adalah kombinasi dengan ilmu ekonomi Neo-Klasik untuk menghasilkan sintesis Neo-Klasik yang mendominasi pemikiran ekonomi makro. Pemikiran aliran ini menjelaskan bahwa tidak ada kecenderungan kuat terjadi kondisi full employment. Semua percaya bahwa ketika kebijakan pemerintah digunakan untuk mencapai kondisi tersebut, perekonomian berprilaku seperti prediksi teori Klasik atau Neo-Klasik.
Ilmu Ekonomi Post-Keynesian
Aliran ini berakar pada ide J. M. Keynes, namun aliran ini berbeda mengenai interpretasi ide Keynes yang ditawarkan oleh aliran Keynesian seperti Keynesian baru. Aliran Post-Keynesian ini berargumen bahwa ekonomi kapitalis tidak akan secara otomatis mencapai kondisi full employment. Fixed investment merupakan unsure utama dalam permintaan agregat dalam perekonomian tertutup dan terbuka. Aliran Post-Keynesians ini menekankan perlunya kebijakan fiskal pemerintah untuk mendukung pekerjaan dan pendapatan.

Ilmu Ekonomi Keynesian Baru
Aliran ini merupakan suatu sekolah ilmu makro ekonomi kontemporer yang berusaha keras untuk menyediakan landasan ilmu mikro ekonomi pada ilmu ekonomi Keynesian. Aliran ini berkembang respon dari aliran Klasik baru terhadap versi baru dari makro ekonomi Keynesian. Baik aliran Klasik baru dan Keynesian baru umumnya sama-sama mengasumsikan bahwa rumah tangga dan perusahaan memiliki ekspektasi rasional, dan perbedaan dari kedua aliran tersebut bahwa asumsi upah dan harga kaku (Keynesian baru) mengakibatkan kondisi full employment gagal.
















Aliran Ekonomi

Sebenarnya baik aliran ekonomi liberalisme / kapitalisme maupun aliran sosialisme/Marxisme, keduanya kalau kita pelajari lebih dalam, masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Semua aliran ekonomi pada dasarnya bertujuan untuk kesejahteraan, hanya jalan yang ditempuh untuk menuju kesejahteraan tersebut berbeda, yang liberalisme melalui akumulasi kapital, sedangkan yang sosialis melalui kebersamaan atau mempertentangkan antar kelas yang ada dalam suatu masyarakat.

Liberalisme atau kapitalisme yang dikembangkan oleh Adam Smith, Ricardo dan rekan-rekan sealirannya pada dasarnya tidak bertujuan jelek, sebab mereka mengajarkan kepada masyarakat bagaimana mengelola dan mengembangkan dan meningkatkan ekonomi suatu perusaha atau negara dengan cara yang efisiensi. Dengan efisiensi maka ekonomi negara atau perusahaan akan mendapat keuntungan, dengan keuntungan maka sebuah negara atau perusahaan akan dapat melakukan investasi lagi dan seterusnya. Bahwasanya kemudian dalam perjalanannya ada pihak atau negara yang penerapannya menyimpang dari teori tersebut tidak lain karena sifat keserakahan manusia belaka. Dan penyimpangan tersebut pada umumnya banyak terjadi di sekitar abad 19 ketika mulai munculnya industrialisasi dan maraknya penjajahan yang dilakukan oleh negara-negara barat terhadap negara-negara berkembang dalam rangka mencari bahan mentah dan membuka pasar bagi industri mereka.

Demikian aliran ekonomi sosial / marxisme, pada awalnya ia muncul sebagai reaksi atas penyimpangan praktek ekonomi liberal yang marak pada abad 18 dan 19. Aliran sosialisme / marxisme muncul yang dipelopori oleh Karl Marx. Marx sangat gerah terhadap penyimpangan praktek ekonomi liberal dengan menuduh bahwa sistem ekonomi liberal atau kapital sangat tidak manusiawi karena mengeksploitasi buruh secara tidak manusia demi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Menurutnya agar pemerataan dapat terjadi, maka sebaiknya pusat-pusat industri dan perdagangan harus dikuasai oleh negara, majikan dan tuan tanah harus dilenyapkan. Negara harus menjamin kesejahteraan rakyatnya. Meskipun teori Sosialisme /Marxisme baik dan ideal namun dalam prakteknya hampir tidak ada negara yang mampu menjalankannya dengan baik. Permasalahannya kembali lagi kepada manusia yang mengelolanya yang cenderung korup.



1. Aliran Merkantilis
Aliran yang memusatkan perhatiannya pada perdagangan. Mereka berpendapat bahwa sumber kemakmuran adalah perdagangan luar negeri, dan uang adalah kekuasaan. Oleh karena itu aliran ini ( Perancis ) menetapkan kebijakan-kebijakan untuk mendorong ekspor, sedang import barang dikenakan kewajiban-kewajiban yang berat. Penganut aliran ini adalah J. Stuart dengan karangannya adalah : Inquiry into the Principle of Political Economy diterbitkan tahun 1767.

2. Aliran Fisiokrat
Merupakan aliran yang timbul di Perancis dengan tokohnya adalah franqois Quesney (1694- 1774 ). Kaum ini berkeyakinan bahwa pertanian merupakan sumber kemakmuran ekonomi . sistem ekonomi tersebut diibaratkan seperti tubuh manusia yang secra alami tumbuh seperti suatu sistem, jadi sistim ini akan bekerja baik apabila campur tangan pemerintah diminimumkan. Kepercayaan akan hukum alam ini terkenal dengan dokrin Laissez passer, le monde va alors de lui mmem à biarkan mereka merdeka , dagang bebas, dunia akan berputar dengan sendirinya.

3. Aliran Klasik dan Neo Klasik
Aliran klasik dimulai dengan Adam smith dengan tulisannya The Wealth of Nations, beliau berpendapat bahkan campur tangan pemerintah tidak akan membuat lebih baik suatu sistem ekonomi. Dalam bukunya beliau percaya adanya invisible hands yang akan bekerja dalam kehidupan ekonomi. Yang dimaksud dengan tangan yang tidak tampak ini adalah pasar itu sendiri.

Setelah teori ini maka, David Ricardo yang mengubah penekanan masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhannya menjadi masalah pembagian pendapatan antara berbagai golongan dalam masyarakat. Pendapat beliau tidak bertentangan dengan Adam Smith tetapi merupakan pelengkap.

Permasalahan ekonomi tidak hanya terbatas pada pertumbuhan ekonomi atau kemakmuran semata tatapi juga mencakup pertumbuhan dan distribusinya. David Ricardo ini merupakan tokoh aliran Neo Klasik.

4. Aliran Keynesian
Aliran ini memberikan pengaruh yang besar di bidang ekonomi makro. J.M. Keynes ( 1883-1946) dengan pemikiran yang dikemukakan dalam “ The General Theory of employment , Interest & Money (1936 ). Teori yang dikemukakan nya memang menampakkan kemampuan dalam memberikan jawaban terhadap permasalahan yang hidup dalam masyarakat yaitu depresi ekonomi dengan berbagai aspek yaitu pengangguran, rendahnya daya beli dan lain-lainnya.

Dalam garis besar teori – teori ekonomi dapat digolongkan menjadi lima golongan besar yaitu aliran – aliran:
• Klasik
• Karl Marx
• Neo – Klasik
• Scumpeter
• Post Keynesian

A. Aliran Klasik

Aliran klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permukaan abad ke 19 yaitu dimasa revolusi industri dimana suasana waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut aliran klasik ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan perekonomian akan mengalami kemacetan. Kemajuan teknologi mula-mula disebabkan oleh adanya akumulasi kapital atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan kapital. Kecepatan pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (low of diminishing returus) karena sumber daya alam itu terbatas. Salah satu hasil pemikiran kaum klasik yang sangat mempengaruhi dunia dalam era globalisasi adalah pemikiran mengenai perdagangan internasional. Pemikiran kaum klasik menentang pemikiran kaum merkantilis yang hanya mementingkan masuknya logam mulia dan berorientasi ekspor dengan meminimumkan impor barang dari luar negeri. Kaum merkantilis meletakan tekanan pada perdagangan luar negeri. Kaum physiokrat memandang pertanian sebagai sumber segala kemakmuran.
Pemikiran kaum klasik telah membawa perubahan besar dalam bidang ekonomi. Salah satu hasil pemikiran kaum klasik telah mempelopori pemikiran sistem perekonomian liberal. Dalam pemikiran kaum klasik bahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan berkembang apabila perekonomian diserahkan kepada pasar. Peran pemerintah terbatas kepada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan infrastruktur.
Pemikiran kaum klasik ini telah menginspirasi ”Washington Consensus”. Berdasarkan “Washington Consensus” peran pemerintah di dalam pembangunan lebih dititikberatkan kepada penertiban APBN, dan pemanfaatan/penggunaan kekuatan pasar.
Menurut ”Washington Consensus” (terdiri dari 10 paket kebijakan ekonomi makro), peran pemerintah dalam pembangunan harus dibatasi dan berorientasi kepada pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Campur tangan pemerintah yang berkelebihan dalam perencanaan pembangunan dikhawatirkan menimbulkan “Government Failure”, seperti birokrasi yang berkelebihan, KKN, dan lain sebagainya. Membatasi APBN dapat mengurangi defisit, karena akan menimbulkan ketidakstabilan di dalam ekonomi. Pemanfaatan kekuatan pasar yaitu mengembangkan pasar yang efisien, bebas dari monopoli, oligopoli, dan eksternal disekonomis. Oleh karena itu kebijakan pemerintah harus bersifat “Market Friendly”.Suku bunga dan Nilai tukar asing harus ditentukan oleh pasar. Harga yang dibentuk pasar dianggap sebagai harga yang sebenarnya. Pasar dianggap lebih efisien daripada pemerintah yang menggarap sektor perekonomian, sehingga perekonomian akan lebih optimal.

Beberapa tokoh ekonomi klasik seperti Adam Smith (1723-1790), Thomas Robert Malthus (1766-1834), Jean Baptiste Say (1767-1832), David Ricardo (1772-1823), Johan Heinrich von Thunen (1780-1850), Nassau William Senior (1790-1864), Friedrich von Herman, John Stuart Mill (1806-1873) dan John Elliot Cairnes (1824-1875) memperoleh kehormatan dari Karl Marx (1818-1883) atas keklasikan dalam mengetengahkan persoalan ekonomi yang dinilai tidak kunjung lapuk. Berbeda dengan kaum Merkantilis dan Physiokrat, kaum klasik memusatkan analisis ekonominya pada teori harga. Kaum klasik mencoba menyelesaikan persoalan ekonomi dengan jalan penelitian faktor permintaan dan penawaran yang menentukan harga. Marilah secara singkat kita lihat teori-teori perkembangan dari beberapa pengamat aliran klasik . Diantaranya :

• Adam Smith
• David Ricardo
• Thomas Robert Malthus
• John Maynard Keynes




Adam Smith

Menurut Adam Smith, untuk berlakunya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja agar produktivitas tenaga kerja bertambah. Pembagian harus ada akumulasi kapital terlebih dahulu dan akumulasi kapital ini berasal dari dana tabungan, juga menitik beratkan pada Luas Pasar , pasar harus seluas mungkin agar dapat menampung hasil produksi sehingga perdagangan internasional menarik perhatiannya karena hubungan perdagangan internasional itu menambah luasnya pasar, jadi pasar terdiri pasar luar negeri dan pasar dalam negeri. Sekali pertumbuhan itu mulai maka ia akan bersifat kumulatif artinya bila ada pasar yang dan ada akumulasi kapital, pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikan tingkat produktivitas tenaga kerja. Adam Smith (1723-1790) sebagai tokoh aliran klasik menyatakan pendapatnya dalam bukunya yang berjudul ”Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yaitu: ”Pekerjaan yang dilakukan suatu bangsa adalah modal yang membiayai keperluan hidup rakyat itu pada asal mulanya, dan dengan hasil-hasil pekerjaan tersebut dapat dibeli keperluan-keperluan hidupnya dari luar negeri.” Kapasitas produktif daripada kerja selalu bertambah dikarenakan adanya pembagian kerja yang makin mendasar dan rapi.

David Ricardo

Menurut David Ricardo di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat yaitu:
• Golongan Kapital.
• Golongan Buruh.
• Golongan Tuan Tanah.

• Golongan kapital adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang mengakibatkan naiknya pendapatan nasional.
• Golongan buru ini tergantung pada golongan kapital dan merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat.
• Golongan tuan tanah ini mereka hanya memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal tanah yang di sewakan.

David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya.

Thomas Robert Malthus

Menurut Thomas Robert Malthus kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus merupakan unsur yang perlu untuk adanya tambahan permintaan, tetapi kenaikan jumlah penduduk saja tampa dibaringi dengan kemajuan faktor-faktor atau unsur-unsur perkembangan yang lain sudah tentu tidak akan menaikan pendapatan dan tidak akan menaikan permintaan. Turunnya biaya produksi akan memperbesar keuntungan-keuntungan para kapitalis dan mendorong mereka untuk terus berproduksi. Menurut Thomas Robert Malthus untuk adanya perkembangan ekonomi diperlukan adanya kenaikan jumlah kapital untuk investasi yang terus menerus.

John Maynard Keynes

Berpendapat bahwa pandangan klasik yang memusatkan perhatian analisa ekonominya pada teori harga, maka perlu dipahami arah penggunaan alat produksi dengan sempurna. Dalam hubungan ini maka pengertian klasik diperluas kepada para ahli ekonomi yang tidak menganggap tidak mungkin adanya suatu pengangguran yang tidak dikehendaki (involuntary unemployment).

B. Teori Karl Marx (Pertumbuhan dan kehancuran)

1. Sejarah Perkembangan Masyarakat

Karl Marx Mengemukakan teorinya berdasarkan atas sejarah perkembangan masyarakat dimana perkembangan itu melalui lima tahap:

• Masyarakat Primitif
• Masyarakat Perbudakan
• Masyarakat Feodal
• Masyarakat Kapitalis
• Masyarakat Sosial

1. Masyarakat komunal primitive (Primitive Conmund)

Dalam tahap ini masyarakat menggunakan alat-alat untuk bekerja yang sifatnya masih sangat sederhana. Alat-alat ini bukan milik perseorangan tetapi milik komunal (milik bersama). Dalam masyarakat ini tidak ada surplus produksi di atas konsumsi karena orang yang membuat sendiribarang-barang atas kebutuhan sendiri, tetapi makin lama orang sedikit demi sedikit mengetahui alat-alat produksi yang lebih baik. Perbaikan dalam alat-alat produksi menyebabkan adanya perubahan-perubahan sosial dan kemudian terjadi pembagian kerja dalam produksi.


2. Masyarakat Perbudakan

Hubungan produksi antara orang-orang yang memiliki alat-alat produksi dengan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka merupakan dasar terbentuknya masyarakat perbudakan. Dengan cara seperti ini keuntungan para pemilik alat produksi semakin besar karena budak-budak hanya diberi sekedar nafka supaya dapat bekerja.

3. Masyarakat Feodal

Masyarakat feodal ini merupakan masyarakat baru yaitu dimanan kaum bangsawan memiliki alat-alat produksi yang paling utama yaitu Tanah, para petani kebanyakan terdiri dari bekas budak yang dibebaskan. Mereka mengerjakan tanah itu untuk kaum feodal dan setelah itu baru tanah miliknya sendiri dapat dikerjakan. Perbaikan-perbaikan alat dan cara produksi banyak terjadi dalam system ini dengan demikian ada dua golongan kelas yaitu :

•Kelas Feodal yang terdiri dari tuan-tuan tanah yang lebih berkuasa dalam hubungan sosial.
•Kelas buru yang bertugas melayani mereka.

Kepentingan kedua kelas ini berbeda-beda. Kelas feodal lebih memikirkan keuntungan saja dan kemudian mendirikan pabrik-pabrik. Kelas buruh yang memiliki alat-alat produksi menghendaki pasaran buru yang bebas dan hapusnya tariff dan rintangan lainnya dalam perdagangan yang diciptakan kaum feodal.

4. Masyarakat Kapitalis

Kelas kapitalis memperkerjakan kelas buruh yang mau tidak mau menjual tenaganya karena tidak memiliki alat produksi seperti telah disinggung bahwa kelas kapitalis dan kelas buruh merupakan dua kelas dalam masyarakat yang kepentingannya saling bertentangan.



5. Masyarakat Sosial

Dalam system sosialis, pemilikan alat-alat produksi didasarkan atas hak milik sosial (Social ownership). Hubungan produksi merupakan hubungan kerjasama dan saling membantu di antara buruh yang bebas dari unsur eksploitasi. Sistem ini memberi kesempatan kepada manusia untuk maju baik dilapangan produksi maupun didalam kehidupan masyrakat.
2. Runtuhnya Sistem Kapitalis

Perkembangan Karl Marx, dapat dilihat pentingnya perubahan teknologi dan hubungan produksi dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan tetapi sebaliknya justru keadaanlah yang menentukan kesadaran manusia. Karl Marx mengemukakan atau mendasarkan pendapatnya atas adanya hukum gerak yaitu :
• Konsentrasi
• Akumulasi
• Kesengsaraan
• Krisis

3. Proses Perkembangan Ekonomi

Pada pokoknya yang memegang peranan ialah adanya nilai lebih (Surplus Value) dimana ada nilai lebih maka disitu perekonomian akan berkembang jadi perkembangan ekonomi disebabkan oleh keadaan perekonomian. Tenaga kerja yang sudah mampu bekerja tetapi belum memdapatkan pekerjaan, menyaingi buruh yang sudah bekerja.

C. Aliran Neo - Klasik

Kira-kira pada tahun 1870-an ada pengeseran dalam aliran ekonomi, dimana aliran ekonomi yang baru ini menggantikan aliran ekonomi klasik, alasannya pada waktu itu tampak penting kemajuan teknologi dan adanya penemuan sumber-sumber produksi baru, juga ada kemungkinan untuk perkembangan lebih lanjut dibawah kemajuan teknologi. Aliran baru itu disebut Aliran Neo-Klasik. Aliran Neo-Klasik mempelajari tingkat bunga, yaitu harga modal yang menghubungkan nilai pada saat ini dan saat yang akan datang.

Pendapat Neo-Klasik mengenai perkembangan ekonomi dapat diikut sertakan sebagai berikut:
• Adanya akumulasi kapital merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi.
• Perkembangan itu merupakan proses yang gradual.
• Perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif.
• Aliran Neo-Klasik merasa optimis terhadap perkembangan.
• Adanya aspek internasional dalam perkembangan tersebut.

1. Akumulasi Kapital

Menurut Neo-Klasik, tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan tingginya tingkat tabungan, tingkat bunga juga menentukan tingginya tingkat investasi, jika tingkat bunga rendah maka investasi akan tinggi dan sebaliknya.

2. Perkembangan sebagai proses yang Gradual

Perkembangan merupakan proses yang gradual dan terus menerus. Menurut Alfred Marshall menganggap bahwa perekonomian sebagai suatu kehidupan organik yang tumbuh dan berkembang perlahan-lahan sebagai proses yang gradual.

3. Perkembangan sebagai proses yang Harmonis dan Kumulatif

Yang dimaksud dengan Perkembangan sebagai proses yang harmonis dan kumulatif ialah bahwa proses ini meliputi berbagai faktor dimana faktor-faktor itu tumbuh bersama sama. Misalnya menurut Marshall menggambarkan pula bahwa harmonisnya perkembangan itu karena adanya internal ekonomis dan external ekonomis. Internal ekonomis timbul karena adanya kenaikan skala produksi yang tergantung pada sumber-sumber dan efisien dari pengusaha itu sendiri. Sedangkan External ekonomi timbul karena kenaikan produksi pada umumnya dan ada hubungan dengan perkembangan pengetahuan dan kebudayaan. Mengenai kumulatifnya yang dikatakan oleh Allen Young bahwa perkembangan industri itu tergantung pada baiknya pembagian kerja di antara para buruh.

4. Optimis Terhadap Perkembangan Ekonomi

Kaum klasik mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan macet karena terbatasnya sumber daya alam. Dipihak lain kaum Neo-Klasik berpendapat dan yakin bahwa ada kemampuan manusia untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan itu.



5. Aspek Internasional

Perkembangan ekonomi suatu Negara pada umumnya mempunyai lima aspek tingkat perkembangan ekonomi yaitu :

• Mula-mula Negara itu meminjam kapital atau infor kapital. Negara itu merupakan Negara pinjaman yang masi mudah dan disebut sebagai dibetur yang belum mapan. (Immatured Debtor).
• Kemudian Negara peminjam tersebut dapat menghasilkan dengan kapital pinjaman tadi, membayar dividend dan bunga atas pinjaman tersebut.
• Setelah pengasilan nasional Negara itu meningkat maka sebagian dari penghasilan itu digunakan untuk melunasi utang dan sebagian lagi dipinjamkan ke negara lain yang membutuhkannya. Negara ini ada dalam tingkat dibitur yang sudah mapan (Motured Debtor).
• Negara tersebut sudah dapat menerima dividend dan bunga yang lebih besar dari pada yang dibayar, jadi ada surplus.
• Akhirnya Negara tersebut hanya melulu menerima dividend dan bunga saja dari Negara lain. Negara itu sudah pada tingkat kreditur yang sudah mapan (Matured Creditor).

D. Teori Schumpeter

1. Jalannya Perkembangan Ekonomi

Menurut Joseph Schumpeter perkembangan ekonomi bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual, tetapi merupakan perubahan yang spontan dan terputus-putus (Discom-Tinuous), yaitu merupakan gangguan-gangguan terhadap keseimbangan yang telah ada. Perubahan dalam selera konsumen memang ada tetapi perubahan itu bersifat gradual atau sedikit demi sedikit. Kombinasi-kombinasi baru ini dilaksanakan oleh wiraswasta (Enterpreneur), mereka ini adalah innovator yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru faktor produksi, yang diartikan dengan inovasi dapat berbentuk lima hal.
• Mengemukakan atau mengenalkan barang-barang baru atau barang-barang berkualitas baru yang belum dikenal oleh konsumen.
• Mengenalkan suatu metode produksi yang baru.
• Pembukaan pasar baru bagi perusahaan.
• Penemuan sumber-sumber ekonomi baru.
• Menjalankan organisasi baru dalam industri.


2. Runtuhnya Sistem Kapital

Joseph Schumpeter Berpendapat bahwa dasar-dasar ekonomi dan sosial sistim kapitalis itu akan runtuh. Ia mendasarkan pendapatnya itu atas tiga hal:
• Usahanya fungsi wiraswata.
• Runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis.
• Runtuhnya golongan-golongan politikus.

• Usaha Fugsi Wiraswata.

Kemajuan teknologi yang dilakukan oleh para ahli dalam industri yang besar, inovasi tidak lagi dilakukan oleh orang tertentu maupun merupakan pekerjaan rutin yang dipimpin oleh manejer yang ahli dalam perusahaan besar. Wiraswasta dalam arti pemimpin individual tak lagi berhak menaikan peranannya dalam perekonomian. Jadi fungsi wiraswasta sudah usang.

• Runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis

Menurut Joseph Schumpeter, perusahan besar inilah yang akan mendorong perkembangan ekonomi yang lebih cepat, besarnya perusahan itu akan melemahkan pengertian pemilikan swasta.

• Runtuhnya golongan Politikus

Mula-mula raja-raja feodal membantuh tumbuhnya industri dan perdagangan secara politis artinya memberi aturan-aturan yang menguntungkan mereka. Sebaliknya industri dan perdagangan ini secara ekonomis membantu raja-raja tadi tetapi dalam kapitalisme yang sudah maju kaum industrialis dan pedagang meruntuhkan kekuatan feodal karena meraka tidak mampu untuk mengatur atau memerintah karena mereka bukan ahli dibidang pemerintahan.

E. Analisis Post-Keynesian

Analisis Keynesian menggunakan anggapan berdasarkan atas keadaan waktu sekarang seperti mengenai tingkat teknik tenaga kerja selera, dengan tidak memperhatikan keadaan jangka panjang.
Dalam analisis ini persoalan yang penting adalah:
• Syarat-syarat apakah yang diperlukan untuk mempertahankan pendapatan yang mantap (Steady Growth) pada tingkat kesempatan kerja penuh (Full Employment incoml) tanpa mengalami deflasi ataupun inflasi
• Apakah pendapat itu benar-benar bertambah pada tingkat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya inflasi terus menerus.
Jadi apabilah jumlah penduduk bertambah maka pendapatan rill perkapitah akan berkurang kecuali bila pendapat rill juga bertambah.

1. Analisis Harrod dan Domor Mengenai Pertumbuhan yang mantap (Steady Growth)

Harrod dan Damor menekankan pentingnya peranan akumulasi kapital dalam proses pertumbuhan. Jadi akumulasi kapital itu mempunyai peranan ganda yaitu menimbulkan mendapat dan disamping itu juga menaikan kapasitas produksi dengan cara memperbesar jumlah kapital. Maka pertumbuhan alat-alat kapital baru mempunyai beberapa akibat.
• Kapital yang baru akan tetap belum dapat digunakan, sebab bila digunakan tidak memberikan hasil karena pendapatan tetap
• Kapital baru itu akan digunakan dengan pengorbanan dari kapital yang telah ada sebelumnya .
• Kapital yang baru akan menggantikan tenaga kerja.
Jadi pembentukan kapital bila tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan yang sudah ada akan membuat kapital dan tenaga menganggur.

2. Teori Evsey D. Domor

Karena investasi menaikan kapasitas produksi dan juga menaikan pendapatan maka tingkat kenaikan investasi dipertahankan agar supaya kenaikan pendapatan sama dengan kenaikan kapasitas produksi, sehingga pengerjaan penuh dipertahankan. Angapan-anggapan yang dipakai untuk teorinya
• Perekonomian sudah ada dalam tingkat pengerjaan penuh (Full Employment incoml). Tidak ada pemerintah dan perdagangan luar negeri .
• Tidak ada keterlambatan penyesuaan (Log of Adjustmen) atau ada penyesuaan yang cepat.
• Hasrat menabung marjinal (Marginal Propensity to Save) dan hasrat menabung rata-rata (Average Propensity to Save) sama.
• Marginal (Marginal Propensity to Save) dan capital coefficient (Perbandingan antara capital dan Output) adalah tetap.

Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© Copyright Fajar 26 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.